Rabu, 18 Maret 2009

PENDIDIKAN TINGGI BAGI KURANG MAMPU

Sebenarnya tulisan ini saya buat sebagai ungkapan ketidakpuasan dan ketidakadilan yang telah melanda mahasiswa(baca:calon mahasiswa) dari kalangan keluarga yang tidak mampu. Begitu banyak warga miskin kita dan salah satu penyebabnya adalah karena tidak meratanya akses pendidikan yang memadai bagi seluruh warga negara di Indonesia ini.

Nah, bagian yang ingin saya bahas adalah mengenai semakin sulitnya calon mahasiswa dari keluarga yang tidak mampu untuk meraih akses pendidikan tinggi di universitas atau perguruan tinggi.

Telah kita ketahui bersama, sebenarnya pemerintah pun sudah memberikan stimulus berupa bantuan pembayaran pendidikan tersubsidi melalui tes masuk perguruan tinggi yang umum kita kenal sebagai SNMPTN. Telah banyak pula perguruan tinggi/universitas baik negeri maupun swasta yang memberikan beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu namun berprestasi. Lalu mengapa masih saja mereka yang tidak mampu secara finansial ini masih saja terpuruk dan tidak dapat tempus untuk mencicipi pendidikan tinggi tersebut..?? Lalu sebenarnya siapa yang patut ditanyai mengenai hal ini..??

Menurut saya, pemerintah maupun pihak kampus sudah sangat benar dengan menjalankan sistem beasiswa kepada mahasiswa yang berprestasi. Namun yang menarik bagi saya, apa bisa kita membandingkan seorang calon mahasiswa yang telah mengikuti LES INTENSIF 5 KALI SEMINGGU dengan seorang calon mahasiswa yang hanya belajar dari BUKU-BUKU LOAKAN DI PASAR TANPA ADA MENTOR yang membimbing agar dapat lebih memahami materi. Sudah jelas jawabannya. Bagaimana pendapat Anda sendiri..??

Jadi menurut hemat saya, sangat tidak etis jika kita membandingkan intelektual antara calon mahasiswa miskin dengan intelektual calon mahasiswa kalangan menengah ke atas. Tentu saja harus ada porsi tersendiri bagi mahasiswa kurang mampu ini agar tidak terus-terusan tertindas dari yang mendapatkan sedikit sekali akses pendidikannya di daerah ditambahlagi tidak dibuka peluang/kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi secara gratis.

Kalau boleh saya memberikan usulan, tes saja khusus untuk calon mahasiswa dari kalangan yang tidak mampu saja(otomatis mereka ini sama-sama memiliki keterbatasan(baik buku materi maupun pengajar), kemudian dari mereka ini yang benar-benar kelihatan berpotensi patut diberikan hadiah, yakni beasiswa untuk kuliah. Lalu untuk mahasiswa dari kalangan menengah ke atas, tentu saja diadakan tes yang setara dengan mereka, mereka yang sudah intensif(karena mampu membayar) harusnya dilawankan dengan setingkat mereka pula jadi seimbang kan, tinggal bagaimana penyerapan mereka saja.

Nah inilah yang baru dinamakan adil, ketika kita melakukan penjaringan mahasiswa yang berprestasi tidak dilihat dari keadaan sekarang saja, namun juga diperhatikan sejarahnya proses belajarnya.

Demikian sedikit gambaran dari saya, semoga bisa menjadi cahaya bagi kita semua.

Salam perubahan Bocahbancar..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar