Posted on 12 March 2009 by sutikno
Presentase angka partisipasi kasar pendidikan tinggi di Indonesia baru menunjukkan kisaran 18 %. Angka ini menyatakan bahwa generasi muda yang mengenyam pendidikan tinggi (perguran tinggi) masih sangat sedikit dari seluruh penduduk Indonesia. Menurut Direktur Pendidikan dan Urusan Keagamaan, Taufik Hanafi, menyatakan bahwa rendahnya angka ini disebabkan oleh rendahnya angka kelulusan SLTA. Data yang dihimpun Bappenas pada kelulusan tahun 2008 menunjukkan bahwa angka tertinggi kelulusan SLTA dari 7 regional (desa dan kota) hanya 30,28 % dari total usia sekolah. Angka kelulusan di Jakarta dan Pulau Jawa hanya mencapai 28,43 %. Menurutnya angka kelulusan untuk tingkat pendidikan dasar sudah cukup baik, tapi tingkat menengah sampai atas (SLTP-SLTA) masih sangat minim. Diharapkan angka partisipasi ini meningkat menjadi 25% untuk mendukung rencana pembangunan jangka panjang (RPJPN) 2008 tahun kedua (2010-2014).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar