PROGRAM MAGANG WIRAUSAHA KE JEPANG DILANJUTKAN
Jakarta, 11/3/2009 (Kominfo-Newsroom) - Kementerian Negara Koperasi dan UKM akan melanjutkan upaya menumbuhkan calon-calon wirausaha baru melalui pola magang di luar negeri, terutama ke negara Jepang. Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Negara Koperasi dan UKM, Neddy Rafinaldy Halim mengatakan, peserta magang merupakan siswa-siswa Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) yang diseleksi melalui pemerintah daerah dari SMK terpilih di seluruh Indonesia. "Kami akan terus melanjutkan program ini, sehingga diharapkan peserta magang dapat menjadi wirausaha baru setelah kembali ke Indonesia," Neddy di Jakarta, Rabu (11/3). Ia mengatakan, para peserta akan dikirim magang ke Jepang selama tiga tahun sekaligus mendapatkan gaji sebagaimana karyawan yang bekerja di perusahaan. "Mereka akan dibekali keterampilan sekaligus mendapatkan gaji yang dapat dijadikan modal bagi mereka setelah kembali dari Jepang," katanya. Adapun persiapan sebelum berangkat ke Jepang, lanjutnya, setiap peserta lulusan sekolah kejuruan harus mengikuti pelatihan selama tiga bulan, mencakup 70 persen bahasa Jepang yang terkait dengan bahasa teknis industri. Menurut dia, program tersebut difokuskan pada penyiapan siswa menjadi wirausaha berpendidikan sarjana yaitu melalui metode belajar dengan cara e-learning melalui akses internet. Penumbuhan wirausaha baru melalui pola magang ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan antara Kemenkop UKM dengan beberapa departemen termasuk Departemen Perindustrian yang membantu mempersiapkan calon peserta yang akan diseleksi. Dalam program ini, pengiriman peserta magang ke Jepang juga atas kerjasama dengan International Main Power for Development Medium & Small Enterprises (IMM) yang menentukan syarat-syarat kelayakan calon. Selain itu juga terdapat keterlibatan Bank Indonesia yang memberi pendidikan tentang perbankan. Adapun Kemenkop bertugas memberi wawasan tentang entrepreneurships. Neddy mengatakan, pihaknya juga telah bekerjasama dengan BI dalam menyelenggarakan pelatihan wirausaha di tiga provinsi yang diikuti 90 peserta. Melalui program ini, ia berharap akan terbentuk lebih banyak usaha-usaha mandiri yang berpotensi menampung korban-korban PHK dari perusahaan besar akibat krisis keuangan global. Tahun 2008 lalu, katanya, Kemenkop UKM telah mengirim 160 tenaga kerja magang ke berbagai perusahaan di Jepang. (T.Dw/ysoel)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar